please wait

Teaching Factory

Definisi Teaching Factory

Teaching Factory adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri. Pembelajaran Teaching Factory menghasilkan Produk berupa jasa atau barang yang jadi sesuai dengan standar industri.

Daftar Produk Teaching Factory SMK Wikrama : 

1. Jasa Perakitan Komputer

Deskripsi : Perakitan Komputer bertujuan untuk merangkai semua komponen komponen komputer menjadi sebuah PC yang siap digunakan. Salah satu perangkat yang harus di rangkai adalah komponen pada motherboard. Komponen tersebut seperti; Power Supply, Harddisk, Ram,  CD-Room, Processor, dll

2. Jasa Membangun Jaringan VOIP ( Voice over Internet Protocol)

Deskripsi : VoIP adalah teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronis dan real-time. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk memudahkan komunikasi antara pengguna dalam berkomunikasi

3. Jasa Instalasi Jaringan Hotspot

Deskripsi : Membangun jaringan hotspot dilakukan untuk mengurangi kerumitan pada sistem jaringan kabel, sehingga perangkat end user (client) tidak perlu dihubungkan dengan menggunakan kabel jaringan, tapi dihubungkan dengan menggunakan signal radio via Access Point

4. Jasa Membangun Routing Jaringan WAN (Wide Area Network)

Deskripsi : Membangun jaringan WAN menggabungkan konsep Routing, NAT dan Internet Gateway. Dalam hal ini konfigurasi jaringan di atas memungkinkan pengguna yang jauh akan tetap terhubung dengan bantuan Router, sehingga jaringan tersebut tetap terjaga privasinya.

5. Jasa Instalasi Jaringan Intranet

Deskripsi : Jaringan Intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet  (TCP/IP), digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi (tukar menukar) informasi dalam lingkup tertentu (terbatas), misalnya dalam lingkup sebuah kantor, sekolah, atau kampus.

6. Jasa Membangun SIstem Hosting

Deskripsi : Hosting itu adalah sebuah perangkat komputer yang menjadi tempat webmaster dalam menyimpan file atau isi websitenya untuk dapat di akses secara luas melalui internet. Dan karena tingginya kebutuhan akan hosting dikarenakan website baru terus bermunculan setiap hari.

7. Jasa Instalasi Fiber Optik

Deskripsi : Fiber Optik adalah teknologi kabel yang menggunakan serat (kaca & glass) yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain

8. Jasa Manajemen Bandwidth dan Load Balancing

Deskripsi : Jaringan ini dibuat untuk menstabilkan jaringan dari sisi penggunaan bandwidth, selain bandwidth dikelola dengan baik juga mengatur jalur penggunaan internet agar lebih stabil.

9. Simulasi Digital (SIMDIG) E- Book

Deskripsi : Buku Elektronik atau buku digital merupakan buku dalam versi elektronik. Atau dapat dijuga disebut dengan buku digital

10. Simulasi Digital (SIMDIG) CV

CV Digital ini bisa digunakan untuk memperkenalkan dan menunjukkan kelebihan sehingga pihak perusahaan tertarik untuk menggunakan jasa kita

11. Jasa Membangun Laboratorium Komputer Sekolah

12. Jasa Membangun jaringan VLAN (Virtual Local Area Network)

13. Jasa Instalasi Sistem Operasi

14. Jasa Instalasi Driver Komputer

15. Jasa Instalasi Software Aplikasi

16. Kasir Sederhana C++

17. Pembuatan Aplikasi Guest Book

18. Pembuatan Aplikasi Evodev

19. Pembuatan Aplikasi Donasi dan Website

20. Testing Aplikasi Kejar.id

 

Daftar Perusahaan/Instansi yang telah melakukan MOU Teaching Factory dengan SMK Wikrama :

1. PT. JETCOMS, JAKARTA

2. WIR GROUP, JAKARTA

3. SPC (GOOPTIX), BANDUNG

4. PT IMMOBI SOLUSI PRIMA

5. PMI KOTA BOGOR

6. IDS RUMAH PENDIDIKAN

7. KEMDIKBUD (PROGRAM KEWILAYAHAN)

 

Bila berminat untuk bekerja sama/menggunakan jasa Teaching Factory SMK Wikrama, Klik disini : bit.ly/teachingfactory

 

Tahap-tahap Penerapan Teaching Factory di SMK Wikrama

1. Pengenalan dan Pemahaman Konsep Teaching Factory

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop memberikan pemahaman konsep Teachig Factory kepada warga sekolah dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten, yaitu dari Direktorat Pembinaan SMK , mitra industri, serta beberapa SMK terdekat yang sudah menerapkan Teaching Factory, diantaranya SMKN 1 Pacet, SMKN 3 Bogor, dan SMKN 1 Bogor.

2. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Teaching Factory

SMK Wikrama Bogor menyusun perangkat pembelajaran Teaching Factory  yang didampingi oleh Tim Pendamping dari Direktorat Pembinaan SMK dalam bentuk disukusi yang berlangsung selama dua hari.

3. Pembahasan Program Kerja Pengembangan Teaching Factory

Program kerja masing-masing kompetensi keahlian di SMK Wikrama Bogor dibahas tuntas dalam sebuah workshop bersama dengan pendamping dari Direktorat Pembinaan SMK dan kembali mendatangkan mitra dari industri dan SMK Teaching Fctory terdekat untuk memberikan saran dan masukan. 

4. Pengondisian Fasilitas dan Sarana Prasarana

Pembenahan dan revitalisasi dilakukan di SMK Wikrama Bogor untuk membuat suasana sekolah seperti layaknya di industri, diantaranya melakukan pembenahann bengkel pada paket keahlian teknik komputer dan jaringan, revitalisasi peralatan termasuk jasa/bahan/sparepart dan atau pemenuhan peralatann dll pada bengkel TKJ, serta penataan lingkungann bagian luar bengkel yang di Teaching Factory-kan. 

Perubahan SMK Wikrama Setelah Teaching Factory

Hasil pelaksanaan model pembelajaran teaching factory ini tentunya banyak membawa dampak positif bagi SMK Wikrama, terutama dalam membentuk budaya industri dan budaya kerja yang efektif dan efisien baik pada individu siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, yaitu :

1. Terciptanya budaya disiplin

2. Guru selain menjadi pendidik dan pembimbing, pada program ini guru juga menjadi operator, mentor dan inspector, fasilitator, inisiator dan inspirator ; serta Role Model.

3. Pada proses pembelajaran menerapkan budaya industri dengan adanya standar kualitas (quality control), target waktu, efisiensi proses produksi, rotasi kerja (shift), produk kerja yang jelas, hasil praktik dapat menjadi sumber pendapatan (generating income).

4. Sekolah mempunyai network dengan industri, baik untuk transfer teknologi maupun membangun budaya industri sekolah.

5. Terjadi perubahan mindset dari pendekatan teori dan praktik simulasi ke pendekatan produksi.

6. Ada perubahan proses dari pola "belajar" menjadi pola "aplikatif". Pada pola pendekatan produksi, penekanan lebih diarahkan ke benda jadi yang nantinya "berguna" baik untuk internal sekolah maupun masyarakat.