please wait

Kantor Untusan Khusus Presiden dan Seameo Biotrop Dukung Proses Pembuatan Film Dokumenter SMK Wikrama Bogor


SMK WIKRAMA BOGOR - Selasa, 7 Agustus lalu menjadi hari pembuatan film dokumenter SMK Wikrama Bogor sebagai sekolah model pendidikan perubahan iklim yang dipilih UNESCO. Crew Film yang diutus UNESCO pun hadir dengan membawa perlengkapannya. Mereka merekam semua aktivitas yang ada di SMK Wikrama  Bogor mulai dari kebiasaan salat dhuha, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, dan gerakan literasi sekolah di pagi hari sampai siswa pulang sekolah hingga guru dan siswa diwawancara dan direkam.

 

Mitra kerjasama SMK Wikrama Bogor di bidang lingkungan pun turut diwawancara dan direkam, diantaranya Seameo Biotrop yang diwakili oleh Dr. Jess C Fernandez, AKA Nusa Bangsa, Departemen Geofisika dan Meteorologi (GFM) IPB yang diwakili oleh beberapa mahasiswa, serta perwakilan dari Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim, Lia Zakiyyah.

 

Perwakilan dari Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim, Lia pun mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih SMK Wikrama hingga saat ini. "Kantor kami sangat mendukung jika SMK Wikrama Bogor menjadi model bagi sekolah lain untuk menjadi agen perubahan yang menjaga lingkungan dan concern terhadap perubahan iklim," katanya.

 

Menurut Lia, SMK Wikrama Bogor selalu konsisten melakukan program yang berkaitan dengan perubahan iklim mulai dari bangunan sekolah, peraturan bagi siswa dan guru, kurikulum dan lainnya bisa menjadi contoh yang baik bagi sekolah lainnya. "Wikrama bisa menginspirasi dan dukung sekolah lain untuk melakukan hal yang sama, karena saat ini SMK Wikrama Bogor sebagai champion sehingga ada kebanggaan dan kewajiban untuk menyebarkan hal ini ke sekolah-sekolah lain, karena pengenalan kepada generasi muda menjadi strategi yang bagus untuk save earth, belajar dari apa yang wikrama lakukan," jelas Lia.

 

Salah seorang Mahasiswa dari GFM IPB yang pada saat itu hadir dan diwawancara pihak UNESCO, Felia Rizky Aulia pun mengatakan, SMK Wikrama Bogor ini memang layak ditunjuk oleh UNESCO untuk didokumentasikan dan dijadikan model sekolah pendidikan perubahan iklim untuk sekolah-sekolah lain. “Karena SMK Wikrama Bogor ini berbeda dari sekolah menengah yang lain, baru ngerasain sekolah berbasis lingkungan, dari mulai ruangan yang tidak ber-AC, kantinnya juga bersih, dan semua pengelolaannya dilkukan oleh siswa dan guru,” beber Felia.

 

Crew film dari UNESCO yang dikoordinir David Budiatmaja pun mengatakan SMK Wikrama Bogor sangat kooperatif dalam proses pengambilan gambar. "Ini pertama kalinya saya ke SMK Wikrama Bogor dan sangat senang bisa hadir dan mengambil gambar di sekolah yang menurut saya didirikan dengan visi yang kuat, yang saya liat semua warga sekolah baik guru maupun siswa punya tanggung jawabnya masing-masing untuk menjaga lingkungan sekolah, harus ditiru sekolah lain," tutur David. (IU)