please wait

UN Diganti Asesmen Nasional Tahun 2021, Ini Penjelasan Mendikbud


SMK WIKRAMA BOGOR - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) kini mulai mensosialisasikan Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional pada 2021.

Murid akan mengikuti AKM, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Sementara guru dan kepala sekolah hanya mengikuti Survei Lingkungan Belajar.

Kebijakan Asesmen Nasional yang dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional, tetapi sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Fokus utamanya adalah hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Asesmen Nasional tidak mengevaluasi capaian murid secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input proses dan hasil pelayanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil asesmen nasional ini”, terang Mendikbud dalam sosialisasi kebijakan Asesmen Nasional secara virtual, dilansir dari chanel Youtube Pusmenjar kemendikbud (15/10/2020).

Nantinya, Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Komponen AKM, jelas Kemendikbud, terdiri dari literasi membaca dan numerasi.

Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan kapasitas individu, sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Numerasi merupakan kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

“Kedua aspek kompetensi minimum ini menjadi syarat bagi murid untuk berkontribusi dalam masyarakat terlepas dari bidang dan karir yang ingin mereka tekuni di masa depan”, jelas Nadiem Makarim.

Survei Karakter

Survei Karakter dikerjakan oleh murid untuk mendapatkan informasi hasil belajar sosial-emosional.

Survei Karakter ini akan mengukur 6 (enam) aspek Profil Pelajar Pancasila, yaitu: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Survei Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar dikerjakan oleh murid, guru dan kepala sekolah untuk mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar mengajar di sekolah.

Survei Lingkungan Belajar mengumpulkan informasi tentang kualitas proses pembelajaran dan iklim yang menunjang pembelajaran.

Tidak Perlu Persiapan Khusus

Asesmen Nasional untuk 2021 tidak memerlukan persiapan persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis.

“Tidak perlu bimbel khusus untuk Asesmen nasional ini”, pungkas Mendikbud.

Nunuk Mujiana, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Wikrama Bogor mengapresiasi langkah pemerintah dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Sangat bagus dan merupakan gebrakan baru di era melenial, ini adalah wujud perbaikan kualitas belajar mengajar demi meningkatkan hasil belajar murid. Hal ini dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa belajar 3 (tiga) tahun itu tidak bisa diukur dalam hitungan hari”, ungkapnya.

Semoga kebijakan ini membawa angin yang baik untuk dunia pendidikan di Indonesia.

 

Sumber :

Youtube Pusmenjar Kemendikbud : https://youtu.be/iwcC17qeFi4

Laman Pusmenjar Kemdikbud https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm/