please wait

Menulis Sejarah Presiden Abdurrahman Wahid, Figo jadi Juara


SMK WIKRAMA BOGOR – Tulisan Muhammad Figo Hafidz A., peserta didik wikrama tingkat 12 RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), yang berjudul ‘Benturan yang Berujung : Indonesia dalam Konsep Pluralisme Abdurrahman Wahid’ berhasil mengantarkannya menjadi juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional. Lomba tersebut berlangsung di Balai Kriti Istana Presiden Bogor pada 14 April 2019.

Figo justru tidak menyangka tulisannya bisa meraih juara, ia merasa senang sekaligus bangga. “Sebelumnya saya malah tidak menargetkan apa-apa terlebih saya masuk 10 besar saja saat diumumkan tanggal 10 April, saya sudah Alhamdulillah, saya juga tidak terlalu yakin akan torehan saya ini,” katanya.

Kemenangannya tersebut tentunya melalu proses yang tidak mudah. Figo mengaku tulisannya ia persiapkan selama kurang lebih satu bulan. “Awal saya membuat karya tulis tersebut pada awal sampai akhir bulan Maret, saya selalu berkoordinasi dengan guru pembimbing saya yaitu Ibu Anisa Karisma,” terang Figo.

Figo juga bercerita dirinya sempat mengganti tema di pertengahan prosesnya menulis karya ilmiah. “Dari yang awalnya mengambil tema Presiden Sukarno digantikan menjadi tema presiden Abdurrahman Wahid, karena dengan mengangkat tema tersebut saya berpikir sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang sedang diuji persatuannya” ceritanya.

Ia mengaku selama proses melakukan penulisan mengalami kesulitan dalam pembagian waktu antara membuat karya tulis dan belajar untuk ujian. “Waktu saya karya tulis ini adalah ketika minggu-minggu USBN UNBK dan Ujikom , tapi Alhamdulillah dua-duanya bisa berjalan dengan baik hingga tiba waktunya di tanggal 14 April saya mengikuti tahap presetasi karya tulis di hadapan para juri bersama finalis 10 besar lainnya,” jelas Figo.

Ia sangat senang diberikan kesempatan oleh sekolah untuk mengikuti lomba karena menurut Figo berdampak positif bagi dirinya.”Saya bisa menyalurkan hal yang saya sukai yaitu pelajaran sejarah dan saya juga suka menulis , karena dari sejarah kita diajarkan menjadi pribadi yang lebih objektif, selain itu lewat lomba saya termotivasi menjadi seseorang yang lebih baik setiap harinya,” tutur Figo.

Figo berpesan kepada adik-adik kelasnya untuk terus mengembangkan dirinya juga menjadi seseorang yang lebih baik, baik lewat berprestasi secara akademik maupun non-akademik. “Tipsnya yaitu selalu ikhals menjalani hidup apapun yang terjadi, dan total dalam mengusahakan sesuatu, jangan setengah-setengah, dan tentunya jangan lupa berdoa,” tukasnya.

Guru Pembimbing Figo, Anisa Karisma berharap kedepannya akan banyak peserta didik SMK Wikrama yang berprestasi terutama di karya tulis. “Karena selama ini belum banyak peserta didik SMK Wikrama yang berprestasi di bidang karya tulis, semoga yang lainnya juga bisa termotivasi,” harapnya. (IU)