please wait

SEAMEO BIOTROP Berikan Penghargaan untuk Film Lerak


SMK WIKRAMA BOGOR – 7 November 2018 menjadi hari membahagiakan bagi peserta didik maupun guru kompetensi keahlian multimedia wikrama, pasalnya film dokumenter tentang tumbuhan ‘Lerak’ karya mereka dengan segala suka duka proses pembuatannya berhasil meraih juara 2 pada kompetisi online workshop and competition on biodiversity conversation video production.

 Pada hari itu, tiga orang perwakilan dari SEAMEO Biotrop hadir langsung ke SMK Wikrama untuk memberikan penghargaan berupa uang pembinaan dan juga sertifkat. Kehadiran mereka pun disambut baik peserta didik kompetensi keahlian multimedia yang sudah menanti di ruang cinema wikrama.

Kegiatan diberikan langsung oleh koordinator kompetisi lomba film dokumenter dari SEAMEO Biotrop, Armanick Masmur. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada SMK Wikrama karena telah menjadi bagian dalam lomba tersebut, bertanding dengan sekolah lainnya di Asia Tenggara.

Armanick menegaskan, penghargaan yang diterima SMK Wikrama ini tentunya melalui tahapan penilaian yang ketat dari 4 orang juri yang kompeten, diantaranya, dosen konservasi biologi dari IPB, ahli biologi dan fotohrafi, ahli drone dan juga juri internal dari SEAMEO Biotrop. “Dari hasil review kami, SMK Wikrama berhasil menyampaikan pesan untuk menjaga lingkungan dari sebuah video, dan melakukan praktik langsung untuk melakukan konservasi tanaman lerak ini,” tuturnya.

Lerak merupakan tumbuhan yang dikenal karena bijinya dapat digunakan sebagai deterjen tradisional. Namun, di Kota Bogor dan sekitarnya, belum banyak orang yang mengetahui tanaman ini. Karena itu, untuk dapat mengedukasi warga Kota Bogor dan sekitarnya, Kompetensi keahlian Multimedia SMK Wikrama Bogor mengemasnya dalam sajian film dokumenter yang menarik, berjudul ‘Traditional Detergent Lerak The Soapnut’.

Salah seorang tim produksi film dokumenter tersebut, Rafli Ilham Alamsyah mengatakan,  selain untuk mengedukasi, film dokumenternya juga diikutsertkan dalam sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop) yaitu, online workshop and competition on biodiversity conversation video production. “Keikutsertaan saya dalam lomba tersebut karena saya ingin mendapatkan prestasi di luar sekolah, dan  saat diumumkan tanggal 9 Oktober 2018, saya bersyukur film ini bisa meraih juara 2,” tuturnya.

Rafli menambahkan, dirinya terlibat sebagai pengelola audio dan logistik selama tahap produksi film dokumenter tersebut. “Selain saya, masih banyak lagi yang terlibat dalam pembuatan film dokumenter ini, pak Hendri dan ibu Sheni sebagai penanggung jawab ,Mikel sebagai director sekaligus cameraman , Angeliv membuat strory board dalam film ini, Fadilah sebagai director asisstant, Sultan Malik cameraman ,dan Fatimah Azzahra sebagai cameraman asisstant,” sebutnya.

Siswa Multimedia kelas 11 itu pun menceritakan, proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa tempat, diantaranya green roof SMK Wikrama Bogor, Balai Penilitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro), dan juga Institut Pertanian Bogor di Dramaga. “Proses pembuatan film ini kurang lebih sepuluh hari,” terang Rafli.

Penanggung jawab pembuatan film dokumenter tersebut, Hendri Prawira menambahkan, proses-proses pembuatan film meliputi, pembuatan konsep, pengambilan gambar di lokasi yang sudah ditentukan dan juga penyuntingan video. “Dari banyak proses yang dilakukan siswa, tentunya saya sangat mengapresiasi dan juga bangga kepada tim pembuatan film ini karena sangat totalitas dan fokus,” katanya.

Hendri juga merasa bangga, karena film karya peserta didiknya tersebut bisa menjadi juara 2 dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan SEAMEO Biotrop. “Dari kemenangan ini saya berharap bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya terutama siswa yang terlibat dalam film ini untuk terus berlatih menjadi yang lebih baik lagi, jadikan kemenangan ini sebagai awal dari sebuah kesuksesan,” harapnya. (RN/IU)

Sumber : Wikrama Magazine Edisi 003/XI/NOVEMBER/2018