please wait

SMK Wikrama Bogor Selaraskan Kurikulum dengan Industri


SMK WIKRAMA BOGOR - Keberadaan SMK diharapkan pemerintah mampun mencetak sumberdaya manusia yang siap bekerja di industri. Karena itu, pada 4 Oktober 2018 sebanyak 20 orang guru SMK Wikrama Bogor mengikuti kegiatan workshop penyelarasan kurikulum berbasis industri di ruang 217-218. Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan pembicara dari industri, yaitu Founder sekaligus Direktur Utama PT. Konekthing Benda Pintar, Budiarto.

Kepala SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani menyambut baik adanya kegiatan ini. “saya merasa senang kedatangan Pak Budiarto langsung dari industri untuk bisa berbagi pengalamannya, sehingga kita bisa mengetahui, apakah bekal yang kami berikan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan industri di lapangan,” tukasnya.

Iin berharap dengan adanya pak Budiarto disini bisa membuka wawasan kita semua yang dapat memunculkan ide-ide baru yang bisa membekali anak-anak baik dari segi hard skill maupun soft skillnya,” tutur Iin.

Budiarto mengatakan, dalam real life industry , hard skill dan soft skill seseorang memang harus seimbang. “Seperti misalnya saat sebuah industri mencari peluang bisnis, selain hard skill, soft skill pun diperlukan, dia harus fast respon dan bisa melihat kondisi sekitar serta startegi yang dibutuhkan di lapangan, ” bebernya.

Ia pun menambahkan, khususnya bagi seseorang yang bekerja di bidang IT, soft skill yang diperlukan selain hal diatas adalah memiliki mental yang kuat, keberanian, sikap berkomunikasi yag baik, bisa menangani masalah dengan baik dan sigap. “Pintar bernegosiasi pun menurut saya diperlukan untuk bisa menghadapi konsumen,” tambah Budiarto.

Karena itu, menurut Budiarto, selain mengajarkan mata pelajaran kepada siswa, seorang guru juga harus mampu mengarjakan nilai-nilai karakter yang justru biasanya kurang diajarkan di sekolah. ‘Sehingga ketika terjun ke dunia industri mereka sudah siap, baik hard skill maupun soft skill-nya,” punkasnya. (IU)