please wait

Kerjasama dengan Industri, Kompetensi Keahlian TKJ SMK Wikrama Bogor Bentuk Perangkat Pembelajaran TEFA


SMK WIKRAMA BOGOR - Rabu, 29 Agustus 2018 lalu, SMK Wikrama Bogor menggelar Workshop Perangkat Pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan untuk menyelaraskan pembelajaran di SMK Wikrama Bogor dengan kebutuhan industri. Karena itu, selain mengundang perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Wilayah II Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Satari, dan SMK sekitar, SMK Wikrama Bogor tentunya juga mengundang industri yang terkait dengan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, yaitu PT. Solusi Prima Connection (Gooptix).

 

Hal tersebut karena pada hari itu, Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan menjadi salah satu yang memaparkan sistem pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA). Pembelajaran TEFA adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. TEFA terbagi kedalam beberapa model pendekatan, salah satunya pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimiliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyatakat).

 

Kasi Pelayanan Umum Kantor Cabang Dinas Wilayah II Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Satari mengatakan dengan adanya TEFA tersebut diharapkan mampu mengeksplor potensi siswa. “Dan saya bangga sekali SMK Wikrama Bogor mampu menjawab dan menjalankan tantangan pemerintah untuk mejalankan TEFA,” tutur Satari.

 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Prawitama yang menaungi SMK Wikrama, Agus Lelana mengatakan pembelajaran berbasis TEFA ini sengaja diterapkan selain untuk menyiapkan siswa di dunia industri, tetapi juga karena SMK Wikrama Bogor ditunjuk menjadi sekolah rujukan. “Sehingga SMK Wikrama Bogor harus menyiapkan diri lebih awal untuk program TEFA yang dicanangkan pemerintah ini, saya salut dengan guru-guru di SMK Wikrama Bogor terlebih setiap kompetensi keahlian di SMK Wikrama Bogor yang bekerja keras dalam menerapkan TEFA ini,” kata Agus.

 

Ketua TEFA SMK Wikrama Bogor, Komalasari menambahkan, SMK Wikrama Bogor sudah menerapkan konsep TEFA dengan model berbasis produksi tersebut di semua kompetensi keahliannya. “Mulai Bulan Juni, kami sudah menyusun produk nyata yang dibutuhkan industri maupun masyarakat dari setiap pembelajaran siswa,” bebernya.

 

Pada hari itu, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Didik Surya Buana menjelaskan beberapa Perangkat TEFA yang telah dibuat untuk pembelajaran TKJ.”Sehingga saya sudah memetakan produk nyata tersebut untuk setiap Mapel (Mata Pelajaran), dan saya membentuknya berdasarkan tiga tolak ukur TEFA, yaitu Produk, Jadwal,dan juga Jobsheet,”bebernya.

 

Didik memaparkan salah satu jobsheet dari mata pelajaran teknologi WAN (Wide Area Network) dihadapan para tamu dan peserta pada workshop hari itu. “Produknya nanti dari pembelajaran ini adalah instalasi hotspot, sehingga ada beberapa kegiatan yang dilkukan siswa yang kami susun dalam enam jobsheet,” jelasnya.

 

Setelah Didik memaparkan jobsheetnya satu per satu, pihak industri yang diwakili beberapa karwayan dari PT. Solusi Prima Connection (Gooptix) memberikan beberapa masukan dan saran. Sehingga pembentukan program TEFA pada kompetensi keahlian TKJ sejalan dengan kebutuhan industri yang bekerjasama langsung dengan SMK Wikrama Bogor. (IU)